Tentang masa lalu
Ada yang membuangnya tanpa memungutnyakembali
Ada yang membawanya hingga titik akhir hayatnya
Ada yang tak mampu membuang dan membawanya
(Muhammad Taufiq Maulana)
.Masa lalu merupakan waktu yang berlalu setelah hari ini. Di dalam masa lalu terliput beranikaragam peristiwa yang terjadi. Ada peristiwa yang pahit, sehingga jika diingat akan membuat hati sakit. Ada peristiwa yang manis, sehingga jika diingat akan terasa segar di hati.
Mengingat masa lalu memiliki konsekwensi yang mudharat (berbahaya), kecuali bagi yang mampu menyikapinya. Bagi yang tidak mampu akan membuat dirinya terperangkap ke dalam ruang yang seakan lepas dari perputaran waktu. Cirri-ciri seseorang yang tidak mampu menyikapi masa lalunya, semisal mengingat masa lalunya yang pahit, dia merasa bahwa dia tidak bisa melangkah karena apa yang akan terjadi hari esok pasti sama dengan hari kemaren. Ini masih mending. Ada yang lebih parah lagi. Semisal ada orang yang sengaja membunuh dirinya dengan kehidupan masa lalunya yang pahit. Membunuh dirinya bisa berupa tindakan menghilangkan nyawanya, bisa juga dengan memenjarakan dirinya agar tidak membuka masa depan.
Bagi orang yang tidak mampu menyikapi masa lalunya, tidak hanya masa lalu yang pahit saja yang tidak bisa dia sikapi, menyikapi masa lalu yang manis pun dia tidak bisa. Orang yang seperti ini biasanya selalu berharap masa lalu yang manis itu kembali di hari-hari masa depannya. Atau, dengan ungkapan yang lumrah, masa lalu yang manis itu dapat terulang kembali. Orang yang seperti ini, kadang juga berhayal seraya berkata,“andai aku bisa memutar waktu, aku akan kembali pada waktu di mana aku merasakan keindahan di waktu itu”.
Berbeda dengan orang yang mampu menyikapi masa lalunya. Jangan kan masa lalu yang pahit, masa lalu yang manis pun dia sangat mampu menyikapinya. DR. ‘Aid al-Qarni mengatakan,
ان ملف الماضى عند العقلاء يطوى ولايرى، يغلق عليه ابدا فى زنزانة النسيان، يقيد بحبال قوية فى سجن الاهمال، فلايخرج ابدا، ويوصد عليه فلايرى النور لانه مضى وانتهى.
“Bagi orang yang berpikir (mampu menyikapi), berkas-berkas masa lalu akan dilipat dan tak pernah dilihat kembali. Cukup ditutup rapat-rapat, lalu disimpan dalam‘ruang’ penglupaan, diikat dengan tali yang kuat dalam ‘penjara’ pengacuhan selamanya. Atau, diletakkan di dalam ruang gelap yang tak tertembus cahaya. Yang demikian, karena masa lalu telah berlalu dan habis”
Begitulah cara orang yang mampu menyikapi masa lalunya dengan baik. Ketika masa lalu mampu disikapi dengan baik, maka ruang kehidupan kita akan terasa lapang, langkah kehidupan kita akan menemukan jalannya dan tujuan kehidupan pun tampak terbentang. Sementara orang yang tak mampu menyikapi masa lalunya, ruang kehidupannya akan terasa sempit dan sesak, langkah kehidupannya selalu buntu dan arah pun seolah tak ada yang bisa dituju.
Sesuai dengan beranikaragam peristiwa masa lalu, maka masing-masing orang memiliki masa lalunya sendiri. Ada masa lalu tentang cinta dan keluarga, usaha yang gagal, pergaulan dan lain sebagainya.
Masa lalu tentang cinta ketika berkeluarga
Masa lalu tentang cinta memang membuat seseorang bisa terperangkap dalam lembah keterpurukan. Dalam hal ini, ada masa lalu tentang cinta yang tak tersampaikan, ada cinta yang dipermainkan, dan ada cinta yang tidak memungkinkan.
Masa lalu tentang cinta yang tak tersampaikan. Ini bagi seseorang yang cintanya tertahan dan masih terpendam hingga hari-hari yang akan datang. Seseorang yang seperti ini biasanya mengingat masa lalunya, disebabkan penyesalan; karena dia tahu bahwa seseorang yang dicintai ternyata juga menaruh hati padanya, namun hal itu diketahui setelah dirinya telah terikat dengan orang lain atau seseorang yang dicintai telah dimiliki orang lain.
Masa lalu tentang cinta yang dipermainkan. Ini bagi seseorang yang cintanya dikhinati. Ketika cintanya dikhianati, dia akan sakit hati, ketika sakit hati, dia bisa berpikir yang berutal (bagi yang tak mampu menyikapi cinta dengan cerdas). Dia juga bisa menganggap orang lain sama dengan orang yang mengkhianatinya, sehingga pikirannya selalu negatif. Karen itu, dia tidak mau menjalin hubungan lagi dengan orang lain.
Masa lalu tentang cinta yang tidak memungkinkan. Cinta yang seperti ini penyebabnya bisa orang yang dicintai dijodohkan dengan orang lain, bisa karena masalah keluarga, bisa karena cintanya tidak diterima, atau yang lain-lain. Bagi seseorang yang mengalami cinta seperti ini, biasanya tetap bertahan, meski bertahannya dengan mengingatnya, apalagi sudah saling mencinta.
Mengingat masa lalu tentang cinta yang tiga ini, tergantung pada kecerdasan menyikapinya. Bagi yang mampu menyikapinya, tidak masalah. Tapi bagi yang tidak bisa menyikapinya bisa-bisa berurusan dengan hukum.
Semisal bagi orang yang memiliki masa lalu tentang cinta yang tak tersampaikan. Jika dia sudah menikah, setelah beberapa lama dari pernikahan. Dia tahu, ternyata orang yang dicintai diam-diam juga mencintai. Yang menjadi masalah, jika dia berusaha memutuskan hubungan pernikahnnya dengan istrinya, karena hanya ingin memiliki seseorang yang dia cintai, maka itu hukumnya haram. Masalah ini disebabkan karena dia tidak mampu menyikapi masa lalunya. Andai saja dia sadar, bahwa cinta yang tak tersampaikan yang menjadi masa lalu kemudian terungkap, itu adalah ujian bagi keutuhan keluarganya, maka dia tak akan berusaha memutusakan hubungan pernikahannya hanya karena ingin memiliki perempuan yang dicintai dulu. Ini bagi orang yang mampu menyikapi masa lalunya.
Sementara bagi orang yang memiliki masa lalu tentang cinta yang tidak memungkinkan lebih memungkinkan berurusan dengan hukum. Semisal ada seseorang yang sudah saling cinta, ternyata dia dijodohkan dengan orang lain. Masalahnya di sini adalah, ketika dia tidak bisa menyikapi masa lalunya, kehidupan rumah tangganya akan terbengkalai; kewajiban sebagai istri atau suami bisa-bisa ditinggalkan. Atau, keharmonisan rumah tangga tak akan terwujud. Contoh, ketika pasangannya hendak membicarakan suatu masalah (entah masalah kerja, anak-anak, atau keluarga sendiri), ketika diajak bicara dia tidak nyambung, karena meski raganya berada di hadapan pasangannya tapi hati dan pikirannya hadir di kehidupan masa lalunya.
Jika hal itu terjadi di setiap hari, maka di setiap hari pun tidak akan ada keromanisan dalam keluarganya. Jika sudah tidak ada keharmonisan, maka yang akan terjadi pertengkaran. Jika pertengkaran setiap hari menyala, maka akan menjadi api yang akan membakar-hanguskan kehidupan rumah tangga. Sehingga yang terjadi perceraian. Ini disebabkan hanya karena tidak mampu menyikapi masa lalu.
Oleh sebab itu, mengingat masa lalu hukumnya haram. Bisa tidak haram, jika mengingat masa lalu hanya sekedar mengingatnya saja, tidak sampai menjadi sikap atau tindakan seperti yang dicontohkan di atas.
biarkan masa lalu hilang tak terlihat kembali
relakan masa lalu lepas tak tersentuh kembali
bunuhlah masa lalu agar tak hidup kembali
DR. ‘Aid al-Qarni memberi motivasi kepada seseorang yeng selalu larut dalam masa lalunya, yngkapannya sebagaimana berikut.
Mengingat dan mengenang masa lalu, kemudian bersedih atas nestapa dan kegagalan didalamnya merupakan tindakan bodoh dan gila. Itu, sama artinya dengan membunuh semangat, memupuskan tekad dan mengubur masa depan yang belum terjadi.
Kesedihan tak akan mampu mengembalikannya lagi, keresahan tak akan sanggup memperbaikinya kembali, kegundahan tidak akan mampu merubahnya menjadi terang, dan kegalauan tidak akan dapat menghidupkannya kembali, karena ia memang sudah tidak ada.
Jangan pernah hidup dalam mimpi buruk masa lalu, atau di bawah payung gelap masa silam. Selamatkan diri Anda dari bayangan masa lalu! Apakah Anda ingin mengembalikan air sungai ke hulu, matahari ke tempatnya terbit, seorok bayi ke perut ibunya, air susu ke payudara sang ibu, dan air mata ke dalam kelopak mata? Ingatlah, keterikatan Anda dengan masa lalu, keresahan Anda atas apa yang telah terjadi padanya, keterbakaran emosi jiwa Anda oleh api panasnya, dan kedekatan jiwa Anda pada pintunya, adalah kondisi yang sangat naif, ironis, memprihatinkan, dan sekaligus menakutkan.
Membaca kembali lembaran masa lalu hanya akan memupuskan masa depan, mengendurkan semangat, dan menyia-nyiakan waktu yang sangat berharga. Dalam al-Qur’an, setiap kali usai menerangkan kondisi suatu kaum dan apa saja yang telah mereka lakukan, Allah selalu mengatakan, “Itu adalah umat yang lalu.” Begitulah, ketika suatu perkara habis, maka selesai pula urusannya. Dan tak ada gunanya mengurai kembali bangkai zaman dan memutar kembali roda sejarah.
Orang yang berusaha kembali ke masa lalu, adalah tak ubahnya orang yang menumbuk tepung, atau orang yang menggergaji serbuk kayu. Orang yang berpikiran jernih tidak akan pernah melibat dan sedikitpun menoleh ke belakang. Pasalnya, angin akan selalu berhembus ke depan, air akan mengalir ke depan, setiap kafilah akan berjalan ke depan, dan segala sesuatu bergerak maju ke depan. Maka itu, janganlah pernah melawan sunah kehidupan!
sumber foto: imgur.com / http://cyberdakwah.com/2013/03/haram-mengingat-masa-lalu/